SUMENEP, Islamic Center – Gema ayat suci Al-Qur’an memenuhi ruangan Islamic Center Bindara Saod Batuan, Sumenep, pada Sabtu (02/05/2026). SDIT Al Hidayah Sumenep sukses menyelenggarakan agenda prestisius tahunan, Tasmi’ Akbar VII dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an XV, sebuah pencapaian konsisten yang telah terjaga selama satu setengah dekade.
Acara ini bukan sekadar perayaan kelulusan hafalan, melainkan momentum penguatan spiritual bagi keluarga besar yayasan dan masyarakat Sumenep dalam menjaga nilai-nilai Rabbani di era modern.
Pesan Ketua Yayasan: Menjaga "Keluarga Allah"
Ketua Yayasan Al-Hidayah Sumenep, Muhammad Fahri, SE, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas keberlanjutan program ini hingga tahun ke-15. Ia menegaskan bahwa anak-anak penghafal Al-Qur’an adalah individu istimewa yang memiliki derajat tinggi di sisi-Nya.
“Alhamdulillah, ini adalah wisuda yang ke-15 kalinya. Anak-anak ini istimewa; mereka bukan hanya milik orang tua, tetapi juga termasuk golongan 'keluarga Allah' (Ahlullah), yakni mereka yang mencintai dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Muhammad Fahri dengan penuh khidmat.
Ia juga mengingatkan para wali murid bahwa ayat-ayat yang telah tertanam di hati para siswa akan menjadi perisai bagi kehidupan mereka di masa depan. “Tugas kita adalah terus merawat dan mendampingi mereka dengan baik,” tambahnya.
Pertumbuhan Lembaga dan Capaian Siswa
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Fahri juga memaparkan perkembangan positif SDIT Al Hidayah. Saat ini, lembaga mendidik sekitar 230 siswa dari berbagai jenjang. Pertumbuhan jumlah siswa ini berbanding lurus dengan capaian hafalan yang semakin beragam, menunjukkan efektivitas metode pembelajaran Al-Qur’an yang diterapkan oleh para ustaz dan ustazah.
Dukungan Kemenag: Pentingnya Keteladanan Orang Tua
Hadir sebagai pemberi tausiyah, Kepala Kantor Kemenag Sumenep, KH. Abdul Wasid, M.Pd.I., memberikan penguatan mengenai sinergi antara sekolah dan rumah. Beliau menekankan bahwa kesuksesan anak menjadi ahli Al-Qur'an sangat bergantung pada doa dan keteladanan orang tua.
"Jika ingin anak mencintai Al-Qur’an, maka orang tuanya harus memperbaiki diri terlebih dahulu. Jadilah role model, biasakan membaca Al-Qur’an di rumah, dan jangan putus mendoakan mereka setiap selesai salat," pesan KH. Abdul Wasid tegas.
Sinergi dan Keberkahan untuk Masa Depan
Pihak yayasan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga maupun doa, sehingga acara di Islamic Center Bindara Saod ini berjalan lancar.
Muhammad Fahri berpesan kepada para wisudawan agar tidak pernah patah semangat dalam meningkatkan kemampuan hafalan mereka. Ia berharap SDIT Al Hidayah terus istiqamah dan semakin jaya dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan pendidikan di masa mendatang.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Yayasan Al-Hidayah Sumenep dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual yang kokoh dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. [/MIM]
Bagikan artikel ini: